![]() |
| Foto : Wakil Ketua DPRD Lotim, M. Waes al-Qarni, SE |
LOMBOK TIMUR - Setelah melakukan pengawasan di sejumlah titik, dua pimpinan DPRD Lombok Timur (Lotim) mengingatkan Pemda untuk lebih fokus pada kualitas penanganan proyek program percepatan pembangunan jalan yang kini tengah berproses.
Wakil Ketua DPRD Lombok Timur, M. Waes Al-Qarni, SE secara tegas menyatakan bahwa pembangunan jalan yang menggunakan dana pinjaman sebesar Rp. 250 miliar tersebut harus sesuai dengan program yang telah disepakati bersama.
Berdasarkan laporan hasil pengawasan dari tim di lapangan, hal bersifat teknis terkait spek pekerjaan sesegera mungkin untuk ditindaklanjuti.
Waes menyebutkan seperti masih terdapat rabat beton pada berem jalan atau bagian tepi jalan yang mengecil. Terlihat sepele, tetapi keberadaannya sangat penting untuk mencegah kerusakan jalan.
"Dewan berharap adanya penambahan atau perbaikan oleh rekanan. Bahkan kami sudah sampaikan kepada Dinas PUPR untuk bekerja sesuai spek," jelas M. Waes Al-Qarni, kepada wartawan belum lama ini.
Bahkan, kekurangan spek ini telah disampaikan kepada bupati Lombok Timur untuk segera menegur instansi teknis.
Meski demikian, kata Waes, jawaban yang telah disampaikan kepada legislatif akan ditindaklanjuti bersamaan dengan perbaikan jalan yang mengalami kerusakan dibeberapa titik lokasi.
Waes berpendapat, apapun alasannya kurangnya kubikasi rabat beton untuk tepi jalan harus segera diselesaikan. Apalagi saat ini proyek percepatan pembangunan jalan itu masih berproses.
"Tidak usah menunggu pekerjaan berikutnya, mana spek yang kurang, itu dulu diselesaikan sehingga tidak lagi menimbulkan persoalan dikemudian hari," tegasnya.
Waes juga menyoroti rencana Bupati Lombok Timur Haerul Warisin rencana program pembangunan jalan tahun 2028 mendatang.
Menurutnya, rencana tersebut belum saatnya untuk dibahas. Apalagi ada keinginan Pemda Lotim untuk menganggarkan kembali sebesar Rp. 150 miliar.
Baginya, kata Waes, Pemda Lotim harus fokus atas program yang sedang berjalan ini. Hal-hal teknis yang menjadi permasalahan harus segera diselesaikan.
Sementara itu, wakil Ketua DPRD Lotim dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Abdul Khalid menegaskan bahwa tetap mendukung program pemerintah terutama peningkatan infrastruktur jalan yang saat ini tengah ditangani.
Meski secara spesifikasi belum mengetahui pasti progres pelaksanaannya, Abdul Khalid menyatakan bahwa lembaga legislatif dan Pemda Lotim telah menandatangani nota kesepakatan atas anggaran program percepatan pembangunan jalan.
"Pembangunan infrastruktur jalan di era pemerintahan Iron-Edwin patut didukung. Tapi, perlu juga diawasi pelaksanaannya. Karena proyek ini dananya cukup besar yakni Rp. 250 miliar dan dikerjakan hingga tahun 2027," ujarnya.
Khalid menyebutkan, penanganan jalan dengan anggaran tahun jamak itu berdasarkan prioritas. Walau disadari masih banyak jalan yang butuh perhatian pemerintah.
"Kalau mau jujur, masih banyak jalan yang diperlu diperbaiki terutama di wilayah Utara seperti di Suela, Sambelia dan beberapa titik lokasi lainnya," jelas Khalid.
Penanganan perbaikan jalan secara bertahap sesuai anggaran yang tersedia. Tidak bisa dikerjakan sekaligus, melainkan butuh dana yang jauh lebih besar.
Walau begitu, jalan yang telah dikerjakan saat ini dapat membantu roda perekonomian masyarakat. Salah satunya, lancarnya transportasi arus lalu lintas sehingga dapat mengangkut hasil yang dibutuhkan masyarakat.
Khalid mengaku belum memperoleh data resmi dari instansi teknis seperti PUPR dan Bappeda Lotim terkait apa saja yang menjadi indikator penanganan jalan yang harus diperbaiki.
REPORTER : RIZKY

0 Komentar