![]() |
| Foto : Muhammad Kadri mendaftarkan diri sebagai calon kades Kesik (atas). Diiringi ribuan pendukung dan simpatisan |
LOMBOK TIMUR - Iring-iringan kendaraan dipadukan kesenian Gendang Beleq dan Kecimol mengantar salah satu Bakal Calon Kepala Desa (Balon Kades), Kesik, Kecamatan Masbagik, Muhammad Kadri.
Ribuan warga yang menjadi simpatisan dan pendukung sang incumbent, tumpah ruah mengiringi pendaftaran diri menuju kantor desa setempat, Rabu sore (21/10).
Tak ayal, jalanan utama dari arah dan menuju Desa Kesik sempat macet. Kesigapan aparat keamanan setempat dapat mengurai arus lalu lintas kendaraan menjadi lancar.
Saat diterima panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), berkas syarat pendaftaran calon milik Muhammad Kadri, dinyatakan lengkap.
Dukungan pemilih suara yang menjadi salah satu syarat pencalonan minimal 10.persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) telah melebihi syarat ketentuan. Meski demikian, panitia pilkades akan melakukan validasi dan verifikasi faktual atas syarat tersebut.
Muhammad Kadri, salah satu dari dua calon yang telah mendaftarkan diri dalam Pilkades Kesik, menjadi satu-satunya calon dengan tingkat dukungan paling tinggi.
Usai mendaftarkan dirinya, Kadri yang disebut sebagian warga sebagai 'Bapak Pembangunan' Desa Kesik meminta para pendukungnya untuk lebih realistis memilih pemimpin didesa yang dikenal sebagai Desa Budaya itu.
"Masih banyak yang harus dikerjakan untuk kemajuan Desa Kesik. Untuk itu, dibutuhkan komitmen bersama dalam membangun desa ini," pinta Muhammad Kadri saat menyampaikan pidatonya usai menyerahkan berkas pendaftaran calon.
Tidak hanya menjadi penyemangat pembangunan, Kadri mengingatkan bahwa pencalonan kembali dirinya dalam Pilkades Kesik ini sekaligus untuk merealisasikan harapan yang selama ini masih belum terealisasi.
Selain itu, Kadri juga mengingatkan kepada masyarakat Kesik untuk tidak terprovokasi oleh tindakan apapun, dari pihak manapun yang dapat memecah belah persaudaraan dan persatuan didesa ini.
"Jangan terpancing dan jangan ditanggapi hasutan dan tindakan provokatif dari pihak-pihak lain. Kalau kita terpancing, sama halnya kita membodohi diri sendiri," pesan Kadri.
Dengan demikian, jaga sportifitas, pelihara rasa persaudaraan dan perdamaian antar warga Desa Kesik. Jangan sampai timbul kekacauan hanya karena menanggapi provokasi pihak tertentu.
Dukungan masyarakat terhadap Muhammad Kadri yang telah menjabat selama dua periode itu telah menjadikan Desa Kesik sebagai salah satu desa percontohan dibidang Kebudayaan di NTB.
Tentu saja, tagline "te bareng malik Kareng sekali" menjadikan Kadri sebagai salah satu calon kades memiliki kans paling populer didesanya.
Disela-sela pendaftaran, Muhammad Kadri kepada wartawan menyampaikan niatnya untuk kembali mencalonkan dirinya karena ingin mengabdikan diri kepada masyarakat.
Meski diketahui, pengurangan transfer Dana Desa (DD) dibanding periodesasi sebelumnya, tidak menyurutkan langkahnya untuk terus mengabdikan diri.
Kepala desa kata Kadri, harus lebih inovatif dan memiliki kreativitas tinggi dalam mengelola management keuangan dan pembangunan didesa.
"Jangan hanya terpaku pada APBDes yang ada, tapi harus lebih inovatif. Masih banyak sumber-sumber anggaran yang bisa didapatkan dari lintas sektoral. Baik di tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat," ujarnya.
Sumber anggaran itu kata dia, diharapkan dapat menyentuh kemaslahatan masyarakat banyak. Diketahui, DD sudah jelas peruntukannya. Sehingga anggaran yang bersumber dari lintas sektoral tersebut didapatkan untuk pembangunan Desa Kesik yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Desa Kesik, Agus Irawan menyatakan bahwa hingga saat ini terdapat dua calon yang telah mendaftarkan diri. Selain Muhammad Kadri, sebelumnya tertera nama Hasan Basri.
Disebutkannya, setelah memeriksa berkas persyaratan, panitia menyatakan kedua calon dinyatakan lengkap. Meski demikian, panitia akan bekerja untuk melakukan verifikasi faktual.
Dukungan pemilih sebagai salah satu syarat pencalonan minimal 10 persen dari jumlah DPT. Untuk Desa Kesik, jumlah DPT berdasarkan Pemilu dan Pilkada lalu mencapai sekitar 6714 pemilih.
Dengan demikian, dukungan calon yang dibuktikan dengan lampiran fotokopi KTP sekitar 675 orang.
"Kalau ada persyaratan yang kurang lengkap nantinya akan diminta untuk melengkapi oleh masing-masing calon," tandasnya.
Pendaftaran calon Pilkades Kesik kata Agus Irawan akan ditutup pada tanggal 27 Oktober 2026 mendatang.
REPORTER : SUHAEDI


0 Komentar