Pemandu Snorkling Asal Inggris Tewas di Pantai Pink Jerowaru

Foto : Bethany Anne Rebecca pemandu snorkling asal Inggris saat dibawa ke Puskesmas Jerowaru 

LOMBOK TIMUR -  Kematian Bethany Anne Rebecca (24) berkebangsaan Inggris - seorang pemandu snorkling di laut Semangko, Pantai Pink, Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru,  Lombok Timur, Rabu siang (30/7) sekitar pukul. 11.50 wita, masih menjadi misteri.  


Korban dinyatakan sudah tidak bernyawa lagi sesaat sebelum dibawa ke Puskesmas Jerowaru. Meski sebelumnya sempat dilakukan tindakan medis.


Saat ini, jenazah korban masih diinapkan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB. Menurut rencana, akan dilakukan visum et repertum untuk mengetahui penyebab kematian korban.


Tewasnya Bethany Anne Rebecca masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Korban diketahui berangkat ke lokasi snorkling bersama 3 turis asing lainnya termasuk kapten kapal yang membawa rombongan 7 orang


Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP. Nicolas Osman mengungkapkan, kronologi peristiwa yang merenggut nyawa warga Inggris tersebut. Pada awalnya korban bersama rombongan datang dari wilayah Kuta Lombok Tengah Rabu pagi sekitar pukul 08.00 wita menggunakan kapal Raraditia dengan kapten Saleh dan 4 kru.


"Awalnya turis asing beserta pemandunya termasuk korban melakukan snorkling di Gili Peteluan. Lalu, berpindah lokasi di laut Semangko Pantai Pink," terang Nicolas Osman dalam rilisnya, Rabu (30/7).


Pada saat dilokasi, pemandu satu bernama Mr. Shiuady asal Amerika mengajak korban yang juga bertugas sebagai pemandu dua kembali melakukan snorkling, sembari menunggu tamu lainnya beristirahat untuk persiapan makan siang.


Tetapi, saat menyelam di kedalaman antara 10 m - 15 m, Mr. Shiuady melihat kondisi korban Bethany Anne  yang tak biasa. Ketika hendak diangkat ke permukaan, tiba-tiba korban mengalami kejang-kejang. 


"Mr. Shiuady meminta kepada kru kapal untuk membawa korban ke daratan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan," kata Nicolas mengutip keterangan sejumlah saksi lainnya saat itu.


Masih kata Nicolas Osman, melihat kejadian tersebut Kapten Kapal membawa korban dan rombongan menuju ke dermaga Telong-elong dan menghubungi tenaga medis dari puskesmas Jerowaru. 


Namun, sebelum tiba di puskesmas Jerowaru, korban sudah dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara.



Reporter : Rizky

Editor : Suhaedi

0 Komentar