Dikbud Lotim Sebut Kegiatan LKP Rinjani Rengganis Langka

Foto : LKP Rinjani Rengganis Keruak mulai dibuka untuk umum dan sekolah

LOMBOK TIMUR - Sanggar seni Rinjani Rengganis di Kecamatan Keruak Lombok Timur salah satu Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) memiliki daya tarik tersendiri.


Tidak salah memang jika Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Anak Usia Dini (PAU) Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Lombok Timur, Lalu Jauhari Marjani menyebutnya salah satu LKP yang cukup langka. Penilaian ini cukup beralasan lantaran aktifitas sanggar seni tidak hanya sebatas tarian, melainkan kursus bahasa Sasak, Bahasa Inggris dan Hadrah - sejenis musik kesenian bergenre islami.


"Bagi kami (Dinas Diknas, Red) kegiatan LKP ini sangat langka karena menggabungkan berbagai kegiatan bersifat positif dan tanpa dipungut bayaran," ujar Lalu Jauhari Marjani mengapresiasi sekaligus membuka kelas baru kursus pelatihan di Bale Lumbung Kedome, Desa Ketapang Raya, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Kamis (14/8).


Dia menyebutkan sekitar 36 LKP di Lombok Timur, namun sebagian besar diantaranya tidak lagi berkegiatan lantaran tidak melaporkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). 


Sesuai dengan aturan kata Jauhari Marjani,  Dapodik LKP harus dilaporkan selama 5 semester atau 2,5 tahun. Hal ini dilakukan agar LKP tersebut masih dinyatakan aktif.


"Kalau tidak melaporkan Dapodik maka konsekuensinya dihapus. Untuk itu, LKP Rinjani Rengganis diharapkan terus meng update dan melaporkan Dapodik," pintanya.


Masih menyangkut kegiatan LKP ini kata Jauhari Marjani, yang membuatnya terkesan adalah tingkat kreatifitas anak didik dan pembimbingnya termasuk pengasuh LKP Rinjani Rengganis ini. 


Tidak banyak dilakukan oleh LKP lain dengan sanggar seni dan budaya yang dimilikinya, tetapi LKP Rinjani Rengganis ternyata mampu melakukan hal yang berbeda. Apalagi, seluruh kegiatan selama kegiatan ini berlangsung tanpa dipungut biaya.


"Kenapa saya bilang LKP ini cukup langka, karena seluruh kegiatannya ditanggung sepenuhnya oleh pemilik sanggar. Dan tidak banyak sanggar seperti ini di Lotim. Semoga LKP ini, dijadikan contoh oleh daerah lain," tambahnya.


Sebelumnya, Camat Keruak, Azhar, S.Pd memuji pembukaan kelas baru Kursus dan Pelatihan Rinjani Rengganis yang pertama kali ada di Kecamatan Keruak bahkan di Lombok Timur.


Dia juga memberi atensi atas keberanian Hj. Sainah selaku pengasuh LKP Rinjani Rengganis dengan melibatkan masyarakat dan lingkungan pendidikan lainnya sebagai peserta tanpa pungutan biaya.


Pelibatan sekolah dari berbagai jenjang pendidikan tambah Azhar, adalah nilai plus dan patut diacungi jempol. Sehingga sekolah tidak lagi bersusah payah untuk mempersiapkan siswanya jika ada perlombaan kesenian karena yang diterima sudah matang.


"Kegiatan ini sangat positif dan wajib didukung oleh semua elemen. Selama ini anak didik kita fokus dengan teknologi canggih sehingga lupa seni dan budaya Sasak sesungguhnya," jelasnya.


Mengangkat kembali seni dan budaya  sesuai kearifan lokal agar tidak hilang ditelan teknologi seperti sekarang ini. Melestarikan kesenian daerah sendiri menjadi bagian yang tak terpisahkan. Apalagi dibarengi dengan tata Krama bahasa Sasak yang diajarkan.


Dan yang terpenting lagi kata Camat Keruak, pengajaran bahasa Sasak kepada masyarakat umum terutama Kepala Wilayah (Kawil) justru dapat menambah wawasan cara bertutur kata sesuai kaidah Sasak.


"Kawil ini selalu berinteraksi dengan lapisan masyarakat di lingkungannya. Sehingga wajar jika harus memahami cara berbahasa, bertutur kata yang baik berdasarkan aturan yang berlaku di masyarakat Sasak," ujarnya.


Sementara itu, Ketua LKP Rinjani Rengganis, Hamzaeny, SH menyebutkan bahwa jumlah peserta didik pada sanggar seni ini mencapai 177 siswa.


Pembukaan kelas baru kursus dan pelatihan diantaranya, aksara sastra,  tarian tingkat anak-anak, remaja dan umum dan budaya lainnya. Menariknya kata Hamzaeny, LKP Rinjani Rengganis justru memberikan kesempatan kepada Kepala Wilayah (Kawil) untuk mengikuti kursus dan pelatihan ini, terutama Aksara sastra.


Senada yang dibeberkan Camat Keruak, Azhar, Hamzaeny lebih memfokuskan kursus dan pelatihan Aksara Sastra kepada Kawil muda. Sebab, kata dia, kawil-kawil ini selalu berinteraksi dengan masyarakatnya setiap saat karena tugas dan tanggungjawabnya.


"Peserta kursus dan pelatihan ini ternyata sangat diminati banyak kalangan sehingga kami berkewajiban memfasilitasi mereka. Dan mudah-mudahan peserta lainnya akan terus bertambah," ucapnya.


Terlebih kata dia, suatu keharusan bagi sanggar seni ini untuk melestarikan budaya daerahnya dalam upaya melahirkan putra dan putri daerah agar kesenian dan kebudayaan Sasak tidak punah ditelan zaman.


Pembukaan kelas baru Kursus dan Pelatihan Seni dan Budaya LKP Rinjani Rengganis diselingi berbagai atraksi tarian dari peserta didik. Bahkan tak sedikit tamu undangan dan pejabat yang hadir memuji setinggi langit hasil kreasi yang diperagakan.



Reporter : Rizky

Editor : Suhaedi

0 Komentar