![]() |
| Foto : Kepala Dinas PUPR Lotim, H. Achmad Dewanto Hadi |
LOMBOK TIMUR - Rencana pembangunan 'Gedung Serbaguna' dengan anggaran fantastis senilai Rp. 32 miliar akan disayembarakan dan terbuka untuk umum dari seluruh Indonesia.
Tak tanggung-tanggung, PUPR Lotim telah menyiapkan hadiah bagi para pemenang beauty contest. Juara 1 sebesar Rp. 150 juta, juara II sebesar Rp. 100 juta dan Rp. 75 juta bagi pemenang ke III.
Beauty contest ini menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur, H. Achmad Dewanto Hadi, ST, MT, untuk mendapatkan desain bangunan sesuai dengan kapasitas yang akan dibangun.
Tapi sebelumnya, jelas Dewanto Hadi, akan dilakukan studi kelayakan. Kegiatan ini untuk meng-assesmen seberapa besar kapasitas bangunan termasuk ruas bangunan serta tambahan fasilitas yang ada.
"Sayembara atau beauty contest ini terbuka untuk umum di seluruh Indonesia. Kami hanya menyiapkan kisi-kisinya dan DED ditujukan kepada peserta," jelas Dewanto Hadi kepada wartawan, kemarin.
Dia menyebutkan bahwa Beauty contest itu sebenarnya untuk memilih desain macro. Sehingga dapat terlihat penampakannya seperti apa. Karena pada studi kelayakan itu sudah mengidentifikasi kebutuhan ruangan. Misalnya untuk gedung pertemuan serta fasilitas pendukungnya, termasuk land scape serta keamanan lainnya.
Diutarakannya, dalam pelaksanaan nantinya tidak memangkas pohon yang terdapat didalam hutan kota, melainkan tetap mempertahankan luasan ruang terbuka hijau.
Akan tetapi, ada sejumlah areal akan direlokasi seperti keberadaan lapak UMKM untuk mendukung keberadaan gedung serba guna itu. Termasuk, merelokasi kantor BKPSDM Lotim dan kantor camat.
"Studi kelayakan ini sangat komprehensif dengan berbagai pertimbangan. Sebab, keberadaan gedung serba guna ini nantinya diharapkan sebagai aset yang memberikan dampak positif bagi pemasukan daerah," papar Dewanto Hadi.
Dengan demikian, kata dia, maka direkomendasikan gedung serbaguna itu akan dikelola oleh unit lembaga tersendiri. Hal ini sebagai salah satu langkah positif dalam rangka mendatangkan pemasukan asli daerah.
"Ke depannya, bagian organisasi yang akan merancangnya gedung ini akan dikelola oleh Unit pengelola teknis properti," tandas Dewanto Hadi.
Reporter : Rizky
Editor : Suhaedi

0 Komentar