Empat Hari Pencarian, Pelajar Temukan Balita Rapip Saki Meninggal Dunia

Foto : Balita Rapip Saki yang hilang terhanyut sungai di Sembalun ditemukan sudah meninggal dunia

LOMBOK TIMUR -  Setelah empat hari masa pencarian, balita bernama Muhammad Rapip Saki berusia 2,5 tahun itu akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia hari Rabu (11/3) sekitar pukul. 15.30 wita.


Balita malang tersebut saat ditemukan empat orang pelajar di bendungan Kekoro, Desa Sembalun Timba Gading  Kecamatan Sembalun tengah mengambang dan kondisi tubuh sudah membengkak.


Ditemukan jasad Muhammad Rapip Saki sontak menggegerkan warga sekitar dan kemudian melaporkan kepada Amaq Merli yang merupakan  orang tua korban dan polisi setempat.


Awal mula keempat pelajar asal Desa Sembalun Bumbung menemukan mayat balita saat hendak mandi di bendungan Kekoro. Keempat pelajar itu diantaranya Haikal (17), Figal (16), Agun (15) dan Dimas (16).


Menurut penuturan Kasi Humas Polres Lotim  Iptu. Lalu Rusmaladi mengutip keterangan para saksi, keempat pelajar itu hendak mandi di bendungan Kekoro. 


Saat menuju lokasi, mereka menemukan sesosok benda yang dilihatnya seperti sebuah boneka. Saat didekati, ternyata tubuh balita Muhammad Rapip Saki yang dikabarkan hilang terhanyut sungai dekat rumahnya.


"Korban dievakuasi warga dibantu personil polisi tetapi jasad korban sudah membengkak," ujar Iptu Lalu Rusmaladi dalam rilisnya.


Untuk diketahui, Korban Muhammad Rapip Saki dikabarkan hilang hanyut di sungai dekat tempat tinggalnya pada Minggu pagi (8/3) sekitar pukul. 08.00 wita.


Balita dinyatakan hilang setelah orang tuanya warga Dusun Dasan Kodaran, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun lepas dari pantauan sang ibu yang sibuk menjajakan dagangannya persis didepan rumahnya.




Reporter : Suhaedi

0 Komentar