![]() |
| Foto ilustrasi: RB - bocah perempuan dirudapaksa tetangga di Pringgasela |
LOMBOK TIMUR - Entah setan apa yang merasuki otak ZH. Pria beristri berusia 30 tahun itu tega me-rudapaksa bocah perempuan yang masih dibawah umur, tak lain adalah tetangganya sendiri.
Ya, sebut saja RB - nama inisial pelajar sekolah dasar berusia 12 tahun itu meringis kesakitan saat pelaku ZH secara paksa minta untuk dilayani nafsu syahwatnya. Tak mampu melawan pria yang jauh lebih kekar dibanding seusianya, RB hanya bisa pasrah setelah selembar kain 'benteng terakhirnya' dilucuti pelaku.
Usai melampiaskan hajatnya, dengan santainya, pelaku ZH keluar rumah korban tanpa merasa berdosa. Sementara RB, menangis dan memberitahukan kejadian yang menimpanya.
MULUT KORBAN DIBEKAP
Suasana pagi hari di Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela - Lombok Timur, seperti biasanya tampak normal. Aktifitas masyarakat di Desa Rempung berjalan seperti hari-hari biasanya. Tak ada yang mengira pada Rabu (25/3) itu peristiwa memilukan menimpa keluarga SS (44) dan HY (42) orang tua, RB - korban perkosaan.
Sebuah sepeda meluncur ke arah utara Desa Rempung, Pringgasela membawa sesuatu tergantung diatas stang. Itu adalah bungkusan nasi yang akan dibawa ke rumah kakeknya yang tak jauh dari rumah korban.
Nasi itu titipan HY - ibu korban untuk diberikan ke orang tuanya. HI yang tengah sibuk menjaga kios miliknya dan hanya berjarak beberapa meter dari rumah.
Tak ada sesuatu yang terjadi setelah RB menyerahkan nasi bungkus. Bahkan, usai mengantar pesanan korban sempat mampir ke kios ibunya.
"Nasi sudah diberikan ke papuk (kakek, Red)," kata RB saat bertemu HY ibu korban.
Awal petaka bocah perempuan yang terbilang masih bau kencur itu sesaat setelah merebahkan tubuhnya di ruang tamu sepulang dari kios.
Situasi sepi ditambah tak ada siapapun selain korban RB dirumahnya, kesempatan yang tak bisa dilewatkan oleh pelaku ZH. Mungkin begitu pikirannya saat melihat gadis kecil itu.
Meski pintu rumah tertutup, tak membuat nyali pelaku ciut masuk ke ruang tamu. Kondisi lengang ditambah korban saat itu berbaring didalam rumah, membuat pelaku cukup leluasa untuk melancarkan aksi bejatnya.
Tanpa berpikir panjang, ZH membekap mulut korban RB dengan maksud agar teriakannya tak terdengar. Tak hanya sampai disitu, upaya meronta untuk memberikan perlawanan pun sia-sia.
"Mulut saya disumpah dengan tangan kanan ZH, tangan saya dipegang menggunakan tangan kirinya. Kaki saya ditekan pakai lututnya," tutur korban RB, sesaat setelah melaporkan peristiwa yang merenggut mahkotanya di kantor polisi.
Masih berdasarkan keterangan yang dikutip korban di kantor polisi terdekat, pelaku yang sudah kesetanan itu berusaha untuk melucuti celana dalam korban yang sudah tak berdaya itu.
"Celana dalam saya dipaksa dibuka pelaku," ungkap korban menuturkan peristiwa itu dihadapan penyidik bersama kedua orang tuanya.
Dalam keadaan tak berdaya, pelaku ZH, dengan leluasa melakukan aksi bejatnya. Tak lama kemudian, pelaku bergegas pergi meninggalkan bocah perempuan itu yang tengah kesakitan usai dirudapaksa.
Pelaku ZH yang tak bukan tetangga korban tampak terlihat santai berjalan dari rumah RB seolah - olah tak terjadi sesuatu.
ORANG TUA KORBAN LAPOR POLISI
Dalam kondisi sempoyongan, korban RB melangkah keluar rumah menemui sang ibu yang berada di dalam kios.
Bak petir disiang bolong, korban yang menceritakan kejadian yang baru saja dialami kepada orang tuanya, shok dan kaget bukan kepalang. Menangis sejadi-jadinya dan segera melapor peristiwa yang menimpa anaknya.
Tak berlama-lama, keluarga korban ke Polsek Pringgasela untuk melapor pelaku ZH. Hanya hitungan jam, pelaku diciduk polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Reporter : SUHAEDI

0 Komentar