Ngaku Gentar Dengan Wartawan, Bupati Haji Iron Pilih Lawan Sama Pantun

Foto : Bupati Lotim Haerul Warisin saat berbuka puasa bersama dengan wartawan 

LOMBOK TIMUR - Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat buka puasa dengan insan pers di Pendopo mengakui jika peran wartawan dalam  membangun daerah sangat penting. 


Kritikan serta saran yang ditulis di media kata Haji Iron begitu akrab dipanggil menyatakan bahwa media memiliki peran yang sangat strategis. Tak salah, jika tulisan itu terkadang berdampak pada pemerintahan yang dipimpinnya saat ini. 


"Kami tidak anti kritik, justru kami suka dikritik tetapi yang membangun," kata Haji Iron dihadapan insan pers, Kamis (12//3).


Tulisan yang proporsional dan berimbang tambahnya, akan memperkuat posisi tawar pemerintah. Sehingga, pemerintah dapat menjalankan kinerjanya secara transparan dan terbuka. 


"Saya harus berhati-hati menjelaskan dihadapan wartawan. Saya lebih baik menjawabnya dengan pantun," ujarnya berseloroh. 


Wartawan dalam menjalankan profesi jurnalistiknya tandas Ketua Partai Gerindra Lombok Timur itu, tidak sepenuhnya disalahkan. Dicontohkan, ketika ada salah satu dapur MBG menyajikan menu jenis buah yang tidak layak di konsumsi oleh siswa. Tentu sangat wajar ketika media menulisnya. 


Kesalahan itu patut ditimpakan kepada pemilik dapur yang tidak menjelaskan kepada publik melalui media. 


"Sebiji buah yang rusak dari 500 buah yang disajikan maka akan jadi bahan tulisan wartawan. Sedangkan 499 buah yang kondisinya masih layak justru luput dari pemberitaan. Yang salah tentu pemilik dapur MBG. Kenapa tidak diklarifikasi?," tanyanya. 


Untuk itu, dia berharap banyak kepada insan pers untuk tetap melakukan kritikan secara berimbang. 




Reporter: Rizky

Editor : Suhaedi 

0 Komentar