![]() |
| Foto : Tim SAR Hentikan proses pencarian korban tenggelam di Pantai Beloam |
LOMBOK TIMUR - Proses pencarian terhadap korban tenggelam di Pantai Tanjung Beloam Dusun Sunut Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru pada Selasa (24/3) lalu resmi dihentikan oleh tim SAR dan Polairud Polres Lombok Timur.
Pada hari ini, Senin (30/3) sekitar pukul. 18.00 wita, pencarian terhadap Naufal warga Aik Ambung Masbagik Timur Kecamatan Masbagik, Lombok Timur yang hilang terseret ombak tidak dapat dilanjutkan kembali sesuai SOP.
Kasat Polairud Polres Lombok Timur, Iptu. Yermia Okta S, mengatakan, setelah 7 hari dilakukan pencarian, korban yang terseret ombak Pantai Tanjung Beloam terpaksa dihentikan meski Tim SAR telah melakukan penyisiran pada titik-titik perairan lokasi korban terjatuh hingga ke pulau seberang.
Selain mengerahkan kapal, kata Yermia, tim SAR juga menggunakan drone untuk memantau daerah yang tak bisa dijangkau. Bahkan, memperluas areal pencarian. Tetapi korban belum juga ditemukan.
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pencarian. Tapi sesuai SOP, tujuh hari tidak ditemukan tim SAR hari ini resmi menghentikan pencarian," jelas Iptu. Yermia Okta, Senin (30/3).
Meski belum ditemukan hingga hari ketujuh, Tim SAR berharap ada keajaiban korban ditemukan dalam kondisi selamat.
Kendati demikian, pihaknya berharap kepada masyarakat pesisir atau nelayan jika menemukan korban dapat segera diinformasikan segera. Termasuk berkoordinasi dengan pulau tetangga seperti Kabupaten Sumbawa dan sekitarnya.
Diakui Yermia, kondisi perairan di Pantai Tanjung Beloam selalu berubah-ubah sesuai dengan arah angin. Apalagi, arus bawah laut tersebut cukup kencang sehingga pencarian dilakukan secara hati-hati.
"Perkiraan kami, korban terseret ke arah timur atau utara perairan sekitar, sehingga penyisiran difokuskan ke arah sana," sebut dia.
Yermia mengutip literasi dalam ilmu medis, jika korban tenggelam tidak ditemukan selama 2-3 hari, maka bagian tubuhnya menghasilkan gas yang bisa membuatnya mengapung. Tapi dalam kasus ini, dia mengaku belum ditemukan korban terapung.
"Sekali lagi, kita berharap korban ditemukan dalam kondisi selamat dan hidup. Hal demikian pula diharapkan oleh keluarga korban," pintanya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Naufal, lelaki berusia 34 tahun asal Dusun Aik Ambung, Desa Masbagik Timur, Lombok Timur diketahui tenggelam terseret ombak setelah menolong adiknya, Luqyana Kamaria (23) yang terjatuh di pantai Tanjung Beloam.
Korban yang juga seorang guru terseret ombak usai menyelamatkan saudarinya dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Sebelumnya, korban bersama keluarga hendak berwisata merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H ke salah satu pulau.
REPORTER : SUHAEDI

0 Komentar