![]() |
| Foto : Dandim 1615 Lotim, Letkol. Inf. Eky Anderson |
LOMBOK TIMUR - Dipilihnya Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur lokasi TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 128 bukan tanpa alasan. Program ketahanan pangan menjadi fokus perhatian utama pemerintah pusat.
Kegiatan TMMD yang dilakukan dititik beratkan pada swasembada pangan dan pembangunan fisik infrastruktur umum lainnya selama 30 hari ke depan, terhitung sejak tanggal 22 April hingga 21 Mei 2026.
Dandim 1615/Lombok Timur, Letkol. Inf. Eky Anderson menegaskan, tidak hanya pembangunan talut saluran irigasi sepanjang 1.130 m lebih, kegiatan pembangunan fisik lainnya seperti pembangunan sumur bor, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan rabat beton serta MCK jadi sasaran TMMD.
Dikatakan Eky Anderson, pembangunan jaringan irigasi untuk mendukung program pemerintah pusat dalam hal ini swasembada pangan.
Eky kembali menyebutkan, pembangunan rabat beton sepanjang 60 meter sebagai upaya untuk mempermudah masyarakat mengangkut hasil pertanian mereka.
"Awalnya jalan tani tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat mengangkut hasil panennya. Tapi setelah dikerjakan nantinya dapat membantu petani angkut gabahnya," jelas Eky Anderson, kemarin.
Pengerjaan talut irigasi dan rabat beton tersebut tambahnya, dalam upaya mendukung program swasembada pangan. Kegiatan ini merupakan sharing dengan Pemda Lotim berdasarkan kesepakatan dengan TNI.
Kegiatan fisik lainnya yang ditangani program TMMD ini tambahnya, yakni pembangunan sumur bor 4 unit, rehab RTLH sebanyak 2 unit, pembangunan tower air 1 unit dan pembangunan MCK 1 unit. Sedangkan, penanaman 1000 pohon telah dilaksanakan di Sembalun.
Sementara sasaran non fisiknya diantaranya, wasbang, rekrutmen TNI, penyuluhan bahaya narkoba, sosialisasi hidup sehat, KB dan lainnya.
Dengan program TMMD ini, Dandim 1615 Lotim berkeyakinan, produksi hasil pertanian masyarakat dalam upaya mendukung program swasembada pangan bakal melimpah.
REPORTER : SUHAEDI

0 Komentar