Lamban Sikapi LPG Langka, LSM Gempur Geruduk Kantor Bupati Lotim

Foto : LSM Gempur gelar aksi demo di kantor bupati Lombok Timur 

LOMBOK TIMUR - Puluhan  masyarakat Lombok Timur menggeruduk kantor Bupati Lombok Timur menyoal lambannya pemerintah menyikapi kelangkaan gas elpiji 3 kg.


Aksi unjuk rasa melalui LSM Gerakan Elemen Masyarakat Peduli Rakyat (Gempur) pada Senin siang (13/4) melakukan orasi dengan terus menyuarakan gas elpiji 3 kg yang hingga saat ini masih  saja terjadi kelangkaan. Aksi tersebut mendapat mendapat pengawalan aparat kepolisian.


Dalam orasinya, Ustadz Ahmad Asdaruddin selaku Koordinator aksi sekaligus Ketua Gempur menuding Pemkab Lombok Timur sangat lamban menyikapi terjadinya kelangkaan gas elpiji subsidi untuk masyarakat miskin itu.


Meski demikian, kata Ustadz begitu dia disapa, sejatinya Pemda Lotim harus gerak cepat melihat kondisi yang terjadi ditengah masyarakat.


"Kami menduga kelangkaan gas elpiji ini disebabkan ada oknum-oknum yang bermain. Dan pemerintah harus segera turun tangan jangan dibiarkan berlarut-larut," ujar Ustadz Ahmad Asdaruddin.


Tak berselang lama, para pengunjuk rasa dipersilahkan menemui Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin untuk menyampaikan aspirasinya.


Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat bupati, pengunjuk rasa meminta Pemda Lotim bersikap tegas atas kelangkaan tabung gas 3 kg itu.


Meski diakuinya, kesalahan tersebut bukan semata-mata dari Pemda, melainkan ada permainan yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.


"Pemda Lotim dalam hal ini kami anggap terlalu lamban sikapi kelangkaan gas elpiji 3 kg, sehingga dilapangan terjadi hal-hal seperti yang kini dirasakan masyarakat sulit untuk mendapatkan gas elpiji subsidi," tegasnya.


Dalam pertemuan yang dihadiri Bupati Lotim Haerul Warisin didampingi Sekda Lotim, HM. Juaini Taofik, Kadis Perdagangan Hadi Fathurrahman dan tim satgas lainnya, LSM Gempur meminta kepada pemerintah untuk menjamin ketersediaan gas elpiji untuk masyarakat miskin tersebut.


"Jangan sampai gas yang langka ini mengganggu masyarakat yang membutuhkan," tukasnya.


Lebih jauh diungkapkan Ustadz Ahmad Asdaruddin, kegaduhan yang selama ini terjadi ditengah masyarakat akibat komunikasi publik yang disampaikan oleh pemerintah. Sehingga timbul persepsi keliru yang diterima masyarakat.


Di lain sisi tambah dia, berdasarkan data yang dihimpun LSM Gempur didapati adanya aksi penimbunan dan pengiriman tabung gas elpiji 3 kg ke Pulau Sumbawa. Jelas ini menambah kekisruhan yang justru menimbulkan instabilitas di tengah masyarakat.


"Data yang kami temui ada pengiriman tabung gas elpiji 3 kg ke Pulau Sumbawa memggunakan jasa bus angkutan, bukan truk agen yang biasa digunakan agen," tandasnya.


Demikian pula, pengusaha seperti pemilik kandang ayam yang ditemukan baru-baru ini menggunakan tabung gas elpiji 3 kg, serta adanya oknum yang mengoplos tabung gas elpiji 3 kg ke 12 kg.


Diakuinya, tindakan demikian itu menjadi salah satu penyebab terjadinya kelangkaan dan wajib dilakukan tindakan tegas.


Sementara itu, Bupati Lotim, Haerul Warisin tak menampik jika pihaknya lamban melakukan penanganan kelangkaan tabung melon subsidi ini. Bahkan, dia mengakui masalah ini menjadi pembelajaran dikemudian hari untuk selalu tanggap.


Kendati demikian, orang nomor satu di Lombok Timur berjanji akan menjamin ketersediaan dan terpenuhinya jatah bagi masyarakat miskin dengan selalu berkoordinasi dengan pihak PT. Pertamina agar tidak terjadi kelangkaan.


Walau begitu, Haji Iron begitu dipanggil mengaku tidak memiliki kewenangan mengatur pendistribusian tabung gas untuk selalu tersedia, tetapi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Lombok Timur.


Haji Iron juga berharap kepada masyarakat untuk mengawal terus pendistribusian tabung gas elpiji. Jika ternyata ditemukan adanya penyalahgunaan tabung gas elpiji segera dilaporkan ke Satgas atau ke aparat hukum.


"Laporkan segera kalau ada pangkalan yang menyalahgunakan,

itu subversif. Kalau ada pelapor mendapat tekanan saya yang akan bela mati-matian," tegas Haerul Warisin dalam pertemuan itu.


Haerul Warisin juga meminta kepada masyarakat luas untuk tidak panik atas kelangkaan gas elpiji ini.




REPORTER : SUHAEDI

0 Komentar