![]() |
| Foto : Gas elpiji 3 kg di beberapa pangkalan beberapa waktu lalu disidak Disdag Lotim |
LOMBOK TIMUR - Kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kabupaten Lombok Timur terjadi dalam beberapa terakhir ini.
Meski Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin saat bertemu PT Pertamina, Hiswana Migas, SPBE menjamin ketersediaan gas, nyatanya, masyarakat sangat sulit untuk mendapatkannya.
Disejumlah pangkalan dan pengecer mengaku kesulitan untuk mendapatkan gas yang menjadi kebutuhan penting masyarakat.
Eko Rahadi, salah seorang aktivis di Kabupaten Lombok Timur menduga, kelangkaan gas elpiji 3 kg sarat permainan.
Dia mencontohkan ketiadaan gas elpiji di wilayahnya di Kecamatan Keruak. Sehingga, warga harus mencari gas ke tempat lainnya. Kesulitan warga mendapat gas elpiji ini diduga kuat pembelian secara berlebihan oleh mitra MBG (Makan Bergizi Gratis) seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.
"Contohnya saya ini, harus mencari gas elpiji sampai ke Masbagik dan Selong. Tapi masih saja tidak menemukan barang itu," tegas Eko Rahadi yang juga berprofesi sebagai lawyer ini.
Dia menyentil statemen Bupati Lotim Haerul Warisin yang menyebutkan stok elpiji tidak akan kekurangan di Lombok Timur. Namun fakta dilapangan justru berbeda.
"Masyarakat jangan di-nina bobo-kan dengan janji kalau Lombok Timur tidak kekurangan gas elpiji. Tapi ini bertolak belakang dengan fakta yang sebenarnya," tandas Eko.
Sementara itu, hasil pantauan di sejumlah titik baik di pangkalan maupun di pengecer di wilayah Kecamatan Sikur, Masbagik dan Kota Selong, gas elpiji 3 kg terlihat kosong.
Gas elpiji 3 kg yang seharusnya dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp. 18.000/tong tetapi prakteknya hingga menembus harga Rp. 25.000 - Rp. 30.000 / tong.
"Sudah 4 hari ini gas elpiji kosong," kata Indri salah seorang pengecer di Kecamatan Sikur.
Dia menyebutkan, pendistribusian gas elpiji ke pangkalan pun sekali seminggu. Itu pun tidak diperbolehkan diserap ke pengecer. Tapi, hanya dijual secara personal ke warga sekitar.
Menanggapi adanya kelangkaan gas elpiji 3 kg, Kepala Bidang Bahan Pokok Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Lombok Timur, Saiful Wathan tidak bisa memberikan tanggapannya.
Melalui pesan singkat, dia meminta agar media langsung mengkonfirmasi persoalan gas elpiji ke Kepala Dinas Perdagangan Lotim.
"Statemen harus satu pintu," katanya singkat.
Meski berkali-kali dihubungi, Kepala Dinas Perdagangan, Hadi Fathurrahman belum memberikan keterangan resminya terkait polemik kelangkaan gas elpiji 3 kg.
Demikian halnya dengan Kepala Bagian Ekonomi Setda Lombok Timur, Abdullah. Dia belum bisa memberikan keterangan apapun.
Tetapi diakuinya, jika polemik keberadaan gas elpiji 3 kg ini akan dibahas di DPRD Lotim pada hari Senin (6/4) mendatang.
"Kami diundang oleh DPRD Lotim membahas Kelangkaan gas elpiji ini," akunya.
REPORTER: SUHAEDI

0 Komentar