LPG Langka, Bupati Lotim Curigai Terjadi Penimbunan

Foto : Bupati Lombok Timur,
H. Haerul Warisin 

LOMBOK TIMUR - Kelangkaan gas LPG 3 kg di Kabupaten Lombok Timur dalam beberapa hari terakhir ini menjadi persoalan serius. Berbagai spekulasi bermunculan dari banyak pihak. Tak terkecuali Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin.


Usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD Lotim, orang nomor satu di Kabupaten Gumi Patuh Karya mencurigai terjadinya praktek penimbunan gas LPG 3 kg. Meski demikian, Bupati Lotim tidak menjelaskan secara detail penimbunan itu.


"Saya menduga ada praktek penimbunan ini. Tapi, kita sudah bentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk memantau kondisi dilapangan," tegas Haerul Warisin kepada wartawan, Selasa (7/4).


Dia kembali menyebutkan, Satgas yang telah dibentuk bertugas untuk memantau pendistribusian gas bersubsidi ini agar sampai ke masyarakat yang membutuhkan.


Haerul Warisin juga mengaku memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi pendistribusian ke tingkat pangkalan.  Jika melanggar regulasi, Pemda berhak melakukan tindakan.


"Ini subversif dan ada tim satgas yang akan menindaknya kalau terbukti melakukan pelanggaran," tambah Haerul Warisin. 


Selain itu, kata dia, kelangkaan gas melon ini salah satunya karena faktor panic buying. Informasi di media sosial menjadi salah satu penyebab masyarakat membeli gas elpiji 3 kg secara berlebihan. Karena melihat tayangan di media tentang terjadi kelangkaan BBM termasuk gas LPG. 


"Pemerintah pusat sudah menjamin tidak ada kenaikan harga baik itu BBM ataupun gas elpiji," tandas Haerul Warisin. 




REPORTER: RIZKY

EDITOR : SUHAEDI

0 Komentar