Marak Kasus Gigitan Anjing Liar, Dikes Lotim Siapkan Vaksin Anti Rabies

Foto : Kadis Kesehatan Lotim, Ns. H. Lalu Fahrozi, S.Kep

LOMBOK TIMUR - Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur telah menyiapkan vaksin Anti rabies menyusul maraknya kasus gigitan anjing liar akhir-akhir ini. 


Meski belum didapatkan informasi dan laporan dari puskesmas atau rumah sakit terhadap korban gigitan anjing liar terinfeksi rabies, Dikes Lotim sudah mengantisipasi tindakan awal tersebut. 


Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Ns. H. Lalu Aries Fahrozi, M. Kep menyebutkan, ketersediaan vaksin anti rabies itu telah didistribusikan ke seluruh puskesmas yang ada. Hal ini untuk menjaga kemungkinan yang terjadi sewaktu-waktu dibutuhkan dalam upaya penanggulangan warga terkena penyakit menular seperti rabies. 


"Kita sudah melakukan penanganan sesuai SOP dengan memberikan vaksin anti rabies," kata Aries Fahrozi kepada wartawan. 


Dikatakannya, stok vaksin rabies selalu tersedia kapan pun dibutuhkan ketika terjadi kasus gigitan anjing liar dan berdampak pada korbannya. 


Diakuinya, sejumlah kasus gigitan anjing liar di beberapa wilayah di Lotim marak terjadi dan hingga menimbulkan korban jiwa. Akan tetapi, penanganannya tak luput dari pengawasan petugas medis setempat. 


"Kasus gigitan anjing liar di Kecamatan Sikur dan Sakra misalnya.  Khusus di Sakra, korbannya terpaksa dirujuk ke RSUD Soedjono Selong karena menderita gigitan yang parah. Selain diberikan vaksin Anti rabies, juga diberikan serum anti rabies," jelasnya. 


Vaksin dan serum anti rabies ini menurut Aries Fahrozi, untuk mencegah jangan sampai terjadi virus rabies. Korban mendapat rujukan ke rumah sakit sebagai bentuk pencegahan sehingga dibutuhkan perawatan yang intensif. Baik dalam penanganan luka maupun observasi. 


Karena vektornya adalah binatang, kata Aries, diperlukan koordinasi dengan instansi terkait yakni Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan). 


"Teknisnya Disnak dan Keswan yang memiliki wilayah pengendalian populasi anjing liar ini. Kami hanya fokus pada korban yang tergigit hewan liar. Dan, secepatnya kita akan koordinasi," ujarnya. 


Diakuinya, rabies merupakan penyakit berbahaya dan secepat mungkin untuk segera tertangani. Meskipun, di Kabupaten Lombok Timur belum ditemukan penyakit tersebut. 



Penyakit Rabies ini menyerang sistem syaraf dan masa inkubasinya hanya hitungan hari. Karenanya, jika terjadi gejala seperti mual, muntah, pusing, demam hingga korbannya takut dengan air hendaknya segera dilakukan pemeriksaan. 


"Kalau terjadi gejala seperti itu sudah dinyatakan positif rabies," bener Aries. 


Dia juga meminta kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap keberadaan binatang liar lainnya seperti kucing, monyet ataupun kelelawar yang cenderung agresif. Hal demikian itu, bisa saja membawa penyakit menular seperti rabies. 




REPORTER : SUHAEDI

0 Komentar