Selangkah Lagi, RSUD Lombok Timur Diakuisisi 'Rumah Sehat Baznas'

Foto : Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid bersama Bupati Lotim, Haerul Warisin meninjau RSUD Lotim

LOMBOK TIMUR - Kedatangan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, DR. Ir. H. Sodik Mudjahid  ke Kabupaten Lombok Timur memberikan secercah harapan peluang terbukanya pembangunan 'Rumah Sakit Sehat' yang didanai langsung Baznas pusat.


Peninjauan Rumah Umum Daerah Sakit Lombok Timur ( RSUD-LT) Labuhan Haji yang bakal dijadikan Rumah Sehat Baznas telah memenuhi syarat. Bahkan, Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid saat berbincang bersama Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin tak ragu akan kesiapannya untuk mendanai RSUD-LT dan seluruh operasionalnya dengan menjadi Kabupaten Lombok Timur sebagai model percontohan.


Ketua Baznas RI DR. Ir. H. Sodik Mudjahid usai meninjau kondisi  bangunan dan kamar rawat inap serta fasilitas lain RSUD-LT selanjutnya melakukan tatap muka bersama jajaran RSUD-LT.


Dalam pemaparannya, Direktur Utama RSUD Lotim, Labuhan Haji, dr . Lalu Ovan Hendardi mengatakan bahwa RSUD Lombok Timur berstatus tipe D dengan akreditasi paripurna. 


Apalagi, alat dan mesin kesehatan yang tersedia di RSUD tersebut tidak bisa dipindahkan karena sudah tertanam paten. Jika nantinya bertransformasi menjadi Rumah Sehat Baznas, tentunya ada kompensasi yang harus dilakukan mengganti alkes itu.


Hal senada juga diungkapkan Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin usai melakukan peninjauan di RSUD Lotim dan bertatap muka bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama lainnya di Pendopo Bupati, Kamis (23/4).


Haerul Warisin menegaskan bahwa perlunya penggantian alat kesehatan dan fasilitas lainnya ketika Rumah Sehat Baznas beroperasi dengan memanfaatkan RSUD Lotim dalam pelayanan kesehatan terutama bagi kaum dhuafa/miskin 


Dia kembali menjelaskan kronologis sehingga RSUD Lotim Labuhan Haji tersebut dibangun dengan menggunakan anggaran yang saat itu bernama Badan Amal Zakat Daerah (Bazda) Lotim.


Pada tahun 2002, Peraturan Daerah (Perda) No. 9/2002 dibuatkan aturan tentang zakat, indaq dan shodaqoh. Saat itu gaji PNS dipotong  Namun mendapat penolakan hingga terjadi aksi unjuk rasa besar-besaran bahkan  terjadi pembakaran mobil.


Peralihan kepemimpinan ke Bupati Lotim Ali Bin Dahlan tahun 2003-2008 disebutkan Haerul Warisin menjadi tonggak awal dengan berkonsentrasi pada pengembangan Bazda.


Dikatakan, perhatian khusus eksistensi Bazda waktu itu berpedoman pada kepentingan ummat sehingga zakat, infaq dan shodaqoh yang terkumpul dari muzakki kembali pula ke ummat. Salah satu program yang dicanangkan saat itu, jelasnya, membangun rumah sakit untuk kaum dhuafa atau masyarakat miskin.


"Alhamdulillah, program yang sempat menemui hambatan itu akhirnya dapat dirasakan oleh masyarakat Lombok Timur," papar Haerul Warisin.


Haji Iron begitu akrab disapa meyakini, Baznas RI serius untuk menjadikan RSUD Lotim menjadi Rumah Sehat Baznas. Hanya saja, fasilitas kesehatan dan alat kesehatan yang kini masih digunakan RSUD Lotim bisa digantikan untuk dipergunakan di Rumah Sakit Masbagik.


"RS Masbagik masih kekurangan fasilitas kesehatan. Bahkan, ada bantuan dari kementerian kesehatan untuk faskes sebesar Rp. 30 miliar. Tetapi, masih dirasakan kurang. Untuk itu, Baznas dapat menggantikannya," pinta Haerul Warisin.


Pemikiran ini menurutnya, sebagai upaya pemerataan disektor kesehatan. Apalagi, Baznas RI mengelola dana ummat hingga Rp  300 triliun lebih.


Bukannya tidak mungkin, faskes dan alkes yang ada di RSUD Lotim diganti kemudian dialihkan ke RS Masbagik yang telah dibangun dengan dana APBD senilai Rp. 60 miliar.


"Tinggal merubah nama saja dari RSUD Lotim menjadi Rumah Sakit Baznas," tandasnya.


Dikesempatan itu juga, Haerul Warisin memaparkan sejumlah program pembangunan di Lotim meski terjadinya efisiensi anggaran. Dicontohkan, pembangunan jalan dengan nilai anggaran Rp. 250 miliar serta gedung serba guna senilai Rp. 38 miliar.


Dalam kondisi perekonomian saat ini, membangun fasilitas infrastruktur seperti itu bukan perkara mudah. Pemotongan anggaran dari pusat sebesar Rp. 430 miliar makin menyulitkan daerah.


"Kami mampu menjalankan program yang sudah direncanakan tersebut meski terjadi efisiensi anggaran," ucapnya.


Haerul Warisin juga menyoroti program pemerintah pusat yang  dilaksanakan didaerah ini. Misalnya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih (KMP), Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Sekolah Rakyat (SR) dan Sekolah Garuda.


Program tersebut harus didukung dalam upaya mensejahterakan masyarakat dengan peningkatan ekonomi yang lebih baik.


Disebutkannya, Kabupaten Lombok Timur mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 4,93 persen dibanding periode sebelumnya. Demikian pula, terjadi penurunan kemiskinan hanya sebesar 0,9 persen.


"Lotim selalu berada di urutan ke 7 se NTB, tapi kali ini melesat di urutan ke 2 dibawah Kita Mataram dalam sisi pertumbuhan ekonominya," jelasnya.


Pada momen yang sama, Ketua Baznas RI, DR  Ir. H. Sodik Mudjahid meyakini Pemkab Lotim akan segera mengambil alih RSUD Lotim dengan merubahnya menjadi Rumah Sehat Baznas.


"Kabupaten Lombok Timur ini salah satu percontohan Rumah Sehat Baznas yang akan beroperasi di Indonesia," kata Sodik.


Pengelolaan dana zakat ini tambah dia, tak lain semata-mata untuk kepentingan ummat yang jauh lebih besar.


Dijelaskan pula bahwa Indonesia salah satu model atau miniatur dunia. Kekayaan alam negeri ini tidak ada yang meragukannya. Bahkan, negara lain didunia kagum dengan Indonesia. Tetapi, kenapa masih saja ada yang miskin dengan tingkat yang bervariasi. 


Mengutip penegasan Presiden RI Prabowo Subianto, Sodik Mudjahid memaparkan dalam 7 tahun terakhir tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5 persen. Tetapi sayangnya,  kemiskinan justru meningkat. Bahkan, dalam 7-9 tahun terakhir, jelas menengah juga menurun.


Warning ini disampaikan Sodik setelah melihat data untuk memperkuat prediksi pemimpin tertinggi Republik ini.


Berkaca dari data itu tambah dia, kredit perbankan yang menjadi program pemerintah justru hanya dinikmati oleh kalangan tertentu.


"Sekitar 68 persen kredit perbankan yang jumlahnya ratusan triliun itu dinikmati oleh 1.450 perusahaan. Lalu, sisanya?," jelas Sodik mempertanyakan.


Dengan demikian, terjadi ketimpangan dari sisi ekonomi. Maka tidak salah, ada sejumlah keluarga dengan kekayaannya naik hingga 150 persen.


Kehadiran Baznas di Lotim untuk mengurai ketimpangan yang terjadi selama ini. Kepentingan ummat diutamakan dengan mengedepankan skala prioritas.


"Untuk itu Baznas siap mendukung pembangunan Rumah Sehat Baznas di Lombok Timur, termasuk penyediaan peralatan dan fasilitas lainnya. Ke depannya, rumah sakit tersebut dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya," pinta Sodik.


Bahkan Baznas RI akan mengubah pola pembinaan dari sekadar charity (berbagi) ke pola yang lebih melembaga, seperti di bidang kesehatan, pendidikan, UKM, dan peternakan. Baznas akan terus bekerja keras memobilisasi zakat, infak, sedekah (ZIS) agar manfaatnya dapat berdampak luas.


Ia menjelaskan bahwa potensi zakat, infak, dan sedekah masih banyak yang belum tergali. Masyarakat dapat hidup dengan baik jika zakat dikelola dengan baik. Baznas akan terus melakukan modernisasi dalam mobilisasi dan pengelolaan ZIS, baik dari pusat, provinsi, hingga kabupaten.




REPORTER : RIZKY

EDITOR : SUHAEDI

0 Komentar