![]() |
| Foto : M. Hairi, SP,MM Ketua Tim pengawas gas elpiji 3 kg |
LOMBOK TIMUR - Tindakan tegas akan diambil tim satuan tugas (satgas) pengawasan elpiji 3 kg jika pangkalan melakukan praktek penimbunan dan penjualan diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Ketua Satgas pengawasan M. Hairi, SP, MM mengemukakan, hasil laporan yang diterima menyebutkan sebanyak 3 pangkalan melakukan praktek kecurangan. Meski demikian, tim sudah memberikan teguran berupa peringatan untuk tidak menjual atau menimbun gas elpiji 3 kg.
"Karena tim ini baru dibentuk dan menemukan adanya keganjilan pada tiga lokasi pangkalan. Dan kami sudah beri peringatan keras. Tiga pangkalan itu berlokasi di Bumbasari Selong, Wanasaba dan Aikmel," ungkap M. Hairi yang kini menjabat sebagai Asisten II Setda Lombok Timur itu, Jum'at (10/4).
Diakuinya, kelangkaan tabung gas elpiji di Lombok Timur lebih disebabkan panic buying sehingga masyarakat berlomba-lomba untuk mendapatkan tabung gas.
Meski diakui, Pemda Lotim telah bersurat meminta PT. Pertamina menambah stok tabung gas elpiji, namun masih saja terjadi kelangkaan ditengah masyarakat.
Sehingga, sebut dia, tambahan kembali sebanyak 24.450 tabung gas akan berdampak pada pemerataan dan tidak lagi terjadi kelangkaan.
Masih dikatakan Hairi, Tim ini akan terus melakukan pengawasan di seluruh pangkalan di Lombok Timur guna menekan terjadinya tindakan yang menguntungkan diri sendiri.
"HET mencapai Rp. 18.000/tabung gas. Jika ada yang menjual diatas HET akan kami beri tindakan tegas. Selain mencabut izin operasionalnya juga akan diberikan sanksi pidana," tegasnya kembali.
Namun sejauh ini, tim belum menemukan adanya praktek pengoplos tabung gas elpiji dari 3 kg ke 12 kg. Karena diakui, praktek-praktek semacam ini sering dilakukan oleh pihak yang tak bertanggungjawab.
Pengoplosan tabung gas elpiji 3 kg ke 12 kg sangat menguntungkan. Sebab, harga tabung gas elpiji 12 kg bisa mencapai Rp. 180.000/tabung. Sementara, tabung gas elpiji 3 kg hanya Rp. 18.000/tabung.
"Kalau 4 tabung gas elpiji 3 kg disuntik menjadi 12 kg, tentu saja harganya jauh lebih mahal dan untungnya bisa berlipat-lipat, " ungkapnya.
Masih dikatakan Hairi, fokus pengawasan ini hanya di pangkalan tidak ditingkat pengecer. Jika ditingkat pengecer menjual diatas HET dinilai wajar karena biaya tambahan angkutan. Sebab, agen tidak bersentuhan langsung dengan pengecer.
"Tim ini akan terus memantau dan mengawasi hingga kasus kelangkaan gas elpiji 3 kg ini tidak terjadi ditengah masyarakat," tandasnya.
Dia juga mengimbau kepada pengusaha baik di restoran, hotel, rumah makan dan pelaku usaha lainnya untuk tidak menggunakan tabung gas elpiji 3 kg. Melainkan, harus memakai tabung gas industri.
REPORTER : SUHAEDI

0 Komentar