![]() |
| Foto : Ratusan dapur MBG di Lotim berhenti beroperasi, tampak dua SPPG sepi aktifitas |
LOMBOK TIMUR - Surat Badan Gizi Nasional (BGN) yang menghentikan sementara operasional sebanyak 302 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di NTB direspon positif sejumlah pihak. Dapur MBG yang belum memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dan Sertifikat Laik Higienes Sanitasi (SLHS) layak untuk di suspend (dihentikan sementara).
Wakil Ketua DPRD Lombok, Wais Al-Qarni memandang, suspend terhadap SPPG yang belum memiliki IPAL dan SLHS sebagai bentuk niat baik pemerintah.
Dia beranggapan bahwa penghentian operasional sementara ini untuk memberi kesempatan kepada SPPG berbenah. Tak lain agar menu yang disajikan berkualitas.
Tak hanya itu, dari sisi lingkungan pun patut menjadi perhatian serius guna menjaga kebersihan dari limbah yang dihasilkan setiap harinya agar tidak tercemar.
"Pantas untuk di-suspend. Niat pemerintah sangat baik. Pembenahan ini semata-mata untuk meningkatkan mutu pelayanan yang lebih baik dari Sebelumnya," papar Wais Al-Qarni kepada wartawan.
Terlebih penting tambah dia, perbaikan tata kelola dengan standar yang diberikan pemerintah untuk menghindari terjadinya kejadian luar biasa. Contohnya, adanya kasus keracunan makanan yang berkali-kali terjadi di Kabupaten Lombok Timur, khususnya.
Wais memperkirakan, BGN mengeluarkan aturan berdasarkan temuan yang didapatkan dilapangan dengan maraknya anak-anak keracunan makanan akibat menu yang disajikan oleh mitra.
"Mitra MBG ini harus berbenah. Kalau sudah memiliki standar pelayanan sesuai yang diharapkan, saya yakin kasus-kasus serupa tidak akan terulang," ujarnya.
Meski demikian, Wais Al-Qarni dapat memaklumi dinamika pertumbuhan mitra dapur MBG di Lombok Timur di awal program itu mulai dijalankan.
Karena pada saat itu, kata dia, mitra dapur MBG masih sepi peminat sehingga diupayakan untuk berjalan sebagaimana lazimnya.
Namun dengan dikeluarkannya aturan baru tersebut, diharapkan semua Mitra MBG berbenah sehingga pelayanan menjadi lebih baik dan berkualitas.
Dari hasil penelusuran wartawan dilapangan, beberapa SPPG di wilayah Masbagik dan Sikur tampak sepi dari aktifitas.
Yayasan Jihadul Muslimin di Desa Kesik, Masbagik dan Yayasan Haerul Warisin di Desa Gelora, Sikur ditutup.
Beberapa karyawan mengakui jika dapur MBG dilarang beroperasi sementara waktu sambil menunggu persyaratan sesuai petunjuk BGN.
"Dapur kami di-suspend," kata salah seorang karyawan 'Dapur Hamsin' Desa Kesik sambil berlalu.
REPORTER: SUHAEDI

0 Komentar