Bendungan Pandandure Makan Korban Lagi, Seorang Anak Tewas Tenggelam

Foto : Pelajar bernama Ahmad Rahman ditemukan tewas tenggelam 

LOMBOK TIMUR - Peristiwa korban tenggelam di bendungan Pandandure, Kecamatan Terara, Lombok Timur, bukan kali pertama. 


Kali ini, seorang anak asal Kalimantan, Ahmad Rahman (12) bertempat tinggal di Gunung Aur, Dusun Peresak, Desa Santong, Kecamatan Terara tewas tenggelam pada Kamis sore (7/5) sekitar pukul. 16.00 wita.


Korban ditemukan didasar bendungan setelah dilakukan pencarian oleh sejumlah warga yang ikut memberikan pertolongan.


Menurut keterangan sejumlah rekan korban yang ikut mandi di areal kawasan bendungan Pandandure, kejadian tewasnya Ahmad Rahman begitu cepat.


Sebelum kejadian, korban yang juga seorang pelajar dan baru beberapa minggu tinggal di Lombok Timur, mengajak teman bermainnya untuk bermain di kawasan Bendungan Pandandure.


Kedatangannya di bendungan tersebut merupakan pertama kali dan belum mengetahui situasi sekitar. Beberapa rekan lainnya mandi lalu korban mengikuti.

  

"Korban tidak bisa berenang dan beberapa teman lainnya ikut memberi pertolongan sebab saat itu kondisi air cukup dalam," ungkap Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Lombok Timur, Iptu. Lalu Rusmaladi, SH mengutip keterangan sejumlah rekan bermain korban, Jum'at (8/5).


Lantaran panik, korban berusaha berenang sesekali dibantu rekan lainnya. Sayangnya, usaha itu tak membuahkan hasil. Korban secara perlahan tenggelam hingga dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter Puskesmas Terara.


Dalam usaha pencarian oleh warga, korban ditemukan dalam posisi tenggelam didasar bendungan. Meski sudah dilakukan dievakuasi dan sempat dibawa ke Puskesmas setempat, korban dinyatakan meninggal dunia identik sebagai korban tenggelam.


Hal itu didasari adanya ciri-ciri seperti air terus menerus keluar dari hidung korban dan bola mata/pupil korban sudah melebar serta nadi sudah tidak teraba.


Kasi Humas Polres Lotim, Iptu. Lalu Rusmaladi mengimbau kepada orang tua untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak terjadi seperti kejadian serupa.


Diketahuinya, bendungan Pandandure sering menelan korban jiwa dari orang dewasa hingga anak-anak.


"Pentingnya pengawasan orang tua agar anak-anak tidak dianjurkan mandi di areal sekitar bendungan Pandandure," pesannya. 



REPORTER : SUHAEDI

0 Komentar