Bupati Lotim Beberkan Porang Jadi Komoditas Unggulan Baru

Foto : Bupati Lotim Haerul Warisin audiensi bersama Dinas Perindustrian NTB dan Perum Bulog 

LOMBOK TIMUR - Tanaman porang di Kabupaten Lombok Timur kini menjadi komoditas unggulan baru yang terus dikembangkan. 


Dihadapan Kepala Dinas Perindustrian Propinsi NTB, Lalu Wiranata, Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin memaparkan sejumlah program strategis, mulai dari pengembangan desa berdaya, hilirisasi potensi daerah, hingga penguatan ketahanan pangan.


Didampingi Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, Bupati Lotim Haerul Warisin menyatakan bahwa berbagai program yang disampaikan sejalan dengan konsentrasi Pemerintah Daerah Lombok Timur saat ini. Salah satu komoditas unggulan yang menjadi perhatian adalah porang. 


Ia mengungkapkan, harga porang di Lombok Timur saat ini mencapai Rp10.200 per kilogram, bahkan melampaui harga yang ditetapkan Bulog.


“Porang menjadi salah satu andalan daerah. Perawatannya relatif mudah karena tidak memerlukan pupuk khusus, dan waktu panennya fleksibel sesuai keinginan petani,” ujar Haerul Warisin saat audiensi bersama Dinas Perindustrian NTB dan Perum Bulog di ruang rapat bupati, Rabu (6/5).


Ia menambahkan, produksi porang di Lombok Timur dapat mencapai 50 hingga 60 ton per hari dari umbi hingga menjadi tepung, dengan pengawasan terus dilakukan oleh pemerintah daerah.


Terkait program desa berdaya, Bupati meminta pemerintah provinsi melakukan identifikasi kebutuhan spesifik di tujuh desa yang masuk kategori tersebut, yaitu Desa Tetebatu, Sakra, Pijot, Pringgabaya Utara, Sembalun Bumbung, Pesanggrahan, dan Lendang Nangka Utara. Bupati juga memberi masukan dalam penyaluran bantuan sembako dapat dilakukan melalui kartu khusus agar lebih tepat sasaran dan mudah didistribusikan.


Di sektor perkebunan Bupati mengakui lahan di Lombok Timur banyak ditanami kelapa. Ia menyambut baik  jika ada investor yang ingin bekerja sama dalam pengembangan komoditas kelapa. 

Sementara di sektor pertanian, upaya pengendalian inflasi juga menjadi perhatian, khususnya untuk komoditas cabai dan sayuran.


Pemerintah daerah mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai dan sayur. Sebelumnya Pemkab Lombok Timur sempat mendatangkan pasokan cabai dari Sulawesi untuk menstabilkan harga.

Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk pembangunan greenhouse guna meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian.


Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Lalu Wiranata, menyampaikan empat isu strategis. Ia menyebut bahwa saat ini terdapat sekitar 40 desa di NTB yang masuk dalam program desa berdaya, dengan tujuh desa berada di wilayah Lombok Timur. Program ini difokuskan pada desa-desa yang tergolong miskin ekstrem dan membutuhkan intervensi melalui bantuan stimulan serta penguatan ekonomi lokal.


Selain itu, Lombok Timur dinilai memiliki potensi hilirisasi yang sangat besar, dengan lebih dari 30 sektor yang telah mulai dikembangkan. Namun demikian, masih banyak potensi yang dinilai belum dikelola secara optimal. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan adanya ketertarikan investor asal Malaysia untuk pengembangan komoditas kelapa di Lombok Timur.


Sementara itu Wakil Pimpinan Wilayah Bulog NTB Rizal, menyatakan kesiapan Bulog mendukung berbagai program di Lombok Timur, termasuk penyediaan dan pengadaan beras untuk mendukung program desa berdaya serta ketahanan pangan daerah melalui gerakan operasi pangan murah di tujuh desa berdaya.


Audensi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan lembaga terkait dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal di Lombok Timur.


Pada kesempatan yang sama, Bupati Lotim juga menerima tim dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang menyampaikan rencana pelaksanaan Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) yang akan melibatkan 754 mahasiswa. Para mahasiswa tersebut akan diterjunkan ke lima kecamatan, yakni Jerowaru, Keruak, Sakra, Sakra Barat, dan Sakra Timur, dengan cakupan sebanyak 58 desa.


Dia menyambut baik pelaksanaan KKP tersebut dan berharap ratusan mahasiswa yang akan disebar di berbagai desa mampu memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam meningkatkan kemampuan digital masyarakat pedesaan.


Mahasiswa juga diharapkan dapat memberikan literasi digital kepada masyarakat, termasuk membantu mengatasi kendala layanan seperti BPJS maupun sistem pembayaran pajak secara digital. Upaya ini dinilai penting untuk meningkatkan pelayanan publik sekaligus meminimalisasi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Bupati Lombok Timur juga menyatakan dukungannya terhadap kerja sama pengembangan desa, khususnya bagi desa-desa yang menjadi lokasi pengabdian dan berpotensi dijadikan desa binaan mahasiswa UIN Mataram.



REPORTER : SUHAEDI

0 Komentar