Mayat Bayi Kondisi Tak Utuh Ditemukan di Saluran Irigasi Keruak

Foto : Polisi olah TKP penemuan mayat bayi di saluran irigasi Desa Keruak

LOMBOK TIMUR - Saat hendak memasang selang pompa untuk dialirkan di areal persawahan, Mustiadi salah seorang warga Kampung Permai, Desa Pijot, Kecamatan Keruak, Lombok Timur Senin pagi (15/6) sekitar pukul  06.15 wita, dikagetkan dengan sesosok tubuh mungil dalam kondisi sudah tidak utuh.


Ditubuh bayi malang itu nampak biru lebam. Di bagian kepala terdapat luka-luka serta masih menempel tali plasenta. Bahkan, perutnya robek hingga usus terburai. Diperkirakan, bayi tak berdosa itu dibuang oleh orang tuanya lebih dari 24 jam.


Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu. Lalu Rusmaladi, SH mengungkapkan, kondisi bayi sebelum dibuang oleh orang tuanya sudah cukup umur sekitar 9 bulan.


Dari hasil pemeriksaan medis dan oleh TKP, terdapat luka dibagian kulit kepala terkelupas dengan ukuran 1,8 - 1,5 cm, luka lebam biru di daerah telinga kiri sampai mata sebelah kiri, perut dalam keadaan robek dengan usus keluar dan membusuk, perut membusuk , panjang tali pusar 38 cm (bukan ukuran medis) dan pusar membusuk.


"Diperkirakan kematian bayi lebih dari 24 jam. Saat pemeriksaan medis panjang badan bayi sekitar 53 cm," ungkap Rusmaladi kepada wartawan, Senin (15/6).


Dijelaskan, saat ditemukan bayi dalam posisi mengambang di aliran irigasi desa persis dekat sawah milik saksi Mustiadi.


Penemuan jasad bayi malang itu pun sontak menghebohkan masyarakat sekitar. Tim Inafis Polres Lombok Timur bersama tim medis Puskesmas Keruak mengevakuasi mayat bayi tersebut.


Saat ini penyidik polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Termasuk kemungkinan pihak-pihak lain. 


Lalu Rusmaladi mengingatkan kepada semua pihak untuk menjaga kondusifitas wilayahnya masing-masing. 



Reporter: Rizky

Editor : Suhaedi 

0 Komentar