![]() |
| Foto : Wabup Lotim HM. Edwin Hadiwijaya dalam launching grand opening kedai kopi |
LOMBOK TIMUR - Salah satu bisnis menjanjikan dan tumbuh berkembang di Lombok Timur adalah Kopi. Bisnis kopi yang cukup familiar bagi semua kalangan mulai hadir dengan sajian yang bervariasi. Keberadaan kedai-kedai kopi disepanjang jalan dan di kawasan hiburan mengindikasikan, bisnis ini banyak dilirik pelaku UMKM sebagai bisnis menjanjikan.
Trend pertumbuhan kedai kopi disambut positif Wakil Bupati Lombok Timur, HM. Edwin Hadiwijaya saat peluncuran grand opening yang berlangsung di halaman gedung Birrul Walidain, Pancor, Kamis (9/7).
Menurut Edwin Hadiwijaya, geliat bisnis yang didominasi oleh generasi muda ini patut diapresiasi. Maraknya bisnis kedai kopi dinilai tidak hanya menggerakkan roda ekonomi lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja. Ini juga membuktikan bahwa pemuda Lombok Timur memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat dan mampu membaca peluang pasar. Bahkan, Edwin juga mengapresiasi komitmen kedai kopi yang berpihak kepada kelompok difabel.
Wabup Lotim juga memberikan apresiasi kepada Baznas RI yang telah mengambil langkah tepat berkolaborasi dengan akademisi, lembaga filantropi, dan sektor usaha kreatif seperti ini. Bahkan ia percaya langkah ini akan menjadi formula kuat dalam menggerakkan roda ekonomi daerah secara inklusif di Lombok Timur.
"Upaya Pemda untuk menggerakkan perekonomian melalui berbagai ruang publik, seperti optimalisasi Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) yang digelar di berbagai titik di Lombok Timur. Langkah ini terbukti efektif dalam menjaga daya tahan UMKM lokal," jelasnya.
Edwin mengungkapkan, secara makro, pertumbuhan ekonomi Lombok Timur pada Triwulan I tahun 2026 mencatatkan angka yang cukup impresif, yakni mencapai 7,83 persen
Kendati demikian, Wabup Lotim memberikan catatan bahwa angka pertumbuhan ini belum sepenuhnya merata. Berdasarkan data per Maret 2026, kesejahteraan pada Desil 1 hingga Desil 5 masih mencakup sekitar 300 ribu Kepala Keluarga (KK). Kehadiran kedai kopi ini diharapkan mampu menjadi salah satu generator yang mendongkrak pemerataan pertumbuhan ekonomi di akar rumput.
Lain daripada itu, Edwin kembali memaparkan langkah daerah dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini. Pemkab Lombok Timur kini tengah gencar menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Pajak Kendaraan.
Program stimulasi usaha seperti subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui program "Lotim Berkembang" akan terus digulirkan untuk menjamin kemudahan modal bagi masyarakat.
Sementara itu, Perwakilan Baznas RI Lalu Abdul Muhyi Abidin menjelaskan bahwa kehadiran gerai kopi ini merupakan bagian dari program Zakat Kelompok Usaha Produktif (Z-Kopi) dari Baznas RI untuk mendorong kemandirian ekonomi. Kedai di Lombok Timur ini menjadi salah satu percontohan gerai besar yang menyasar klaster strategis, termasuk dunia pendidikan.
Dia menekankan misi sosial dan keberlanjutan dari program ini. Bahkan Baznas tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi juga ingin membangun ekosistem syariah dan budaya bersedekah.
Pada kesempatan yang sama Rektor Universitas Hamzanwadi Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyampaikan rasa syukur atas kolaborasi dental Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia.
Ia menekankan bahwa predikat Universitas Hamzanwadi sebagai "Kampus Inklusif" tidak boleh hanya menjadi slogan di atas kertas atau sekadar papan nama prodi.
"Kami tidak ingin konsep inklusif ini hanya megah di baliho atau papan nama kampus. Inklusi harus benar-benar diterapkan secara nyata. Dalam konteks pendidikan dan dakwah, inklusivitas adalah nilai fundamental yang harus kita pegang erat untuk membangun bangsa ini," tegasnya.
Ia meyakini potensi luar biasa yang dimiliki oleh kelompok difabel. Keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi seseorang untuk berdaya.
"Saudara-saudara kita dari kelompok disabilitas ini seringkali jauh lebih hebat dari kita. Mereka mungkin memiliki kekurangan dari sisi fisik, tetapi sesungguhnya mereka dibekali kekuatan hati yang luar biasa besar. Mereka terus berjuang (struggle) untuk menggapai cita-cita dan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar."
Melalui pengelolaan kedai ini Universitas Hamzanwadi siap membuktikan kepada pemerintah dan masyarakat luas bahwa warga difabel adalah individu yang produktif.
Selain perwakilan Baznas RI, Grand Opening yang berlangsung di halaman gedung Birrul Walidain, Pancor tersebut turut dihadiri pula oleh pimpinan perbankan syariah daerah seperti; Pimpinan Bank NTB Syariah, Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia, jajaran manajemen universitas Hamzanwadi, Tuan Guru, serta para kepala madrasah.
Reporter : Rizky
Editor : Suhaedi

0 Komentar