![]() |
| Foto : DR. Rita Eka Izzaty, M.Si., Psikolog, salah seorang Perwakilan Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Yogyakarta (UNJ) |
LOMBOK TIMUR - Lembaga Pendidikan Non Formal di Kabupaten setiap tahunnya mengalami peningkatan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menyekolahkan anak-anaknya.
Data pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur menunjukkan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan pendidikan non formal lainnya di Kabupaten Lombok Timur mencapai 1.125 satuan. Angka tersebut meningkat dibanding tahun 2025 lalu yang hanya mencapai 1.100 satuan.
Menurut Kepala Bidang (Kabid) PAUD dan Pendidikan Non Formal Dinas Dikbud Lotim, L.M. Jauhari Marjani, peningkatan jumlah PAUD dan pendidikan non formal, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan penduduk akan pendidikan, begitu juga pertumbuhan dari sekolah-sekolah, satuan pendidikan untuk PAUD.
"Data bulan Juli 2025, jumlah PAUD yang ada di Kabupaten Lombok Timur itu 1.100. Kemudian setelah satu tahun kami di sini menjadi 1.125. Berarti kebutuhan masyarakat akan pendidikan cukup tinggi," ujar Jauhari Marjuni kepada wartawan, Senin (27/7).
Dari jumlah itu, tambahnya, sebanyak 46 PAUD berstatus negeri. Sedangkan, ribuan satuan PAUD terbagi dalam empat kategori. Diantaranya, layanan TPA, Taman Penitipan Anak atau Tempat Pendidikan Anak, Taman Pendidikan Anak, Satuan PAUD Sejenis (SPS), Kelompok Bermain atau disingkat KB, dan TK (Taman Kanak-Kanak).
Keberadaan PAUD dan lembaga pendidikan non formal tambah dia, harusnya dibarengi dengan persyaratan serta profesionalisme pendidik. Hal itu sesuai SK Pj. Bupati tahun 2024 yang mengatur tentang mendirikan Satuan Pendidikan PAUD sebagai pedoman pendirian sebuah lembaga.
"PAUD atau TK merupakan rumah bagi pendidikan pada tingkat awal," ujarnya.
Disisi lain, Jauhari Marjuni juga menyoroti tentang adanya narasi ketidakadilan dari berbagai pihak terkait perkembangan antara sekolah swasta dan negeri.
Menurutnya, Pemda Lotim justru telah memfasilitasi kebutuhan dunia pendidikan yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya gedung pendidikan yang telah direvitalisasi di semua satuan pendidikan.
Bahkan, pemerintah telah menggelontorkan anggaran untuk pembangunan ruang kelas yang 80 persennya berada dilingkungan sekolah swasta.
"Pemda Lotim sudah adil memperlakukan satuan pendidikan baik negeri atau swasta. Perbaikan infrastruktur, pengadaan digitalisasi dan sebagainya sudah dilaksanakan secara berkeadilan," kata Jauhari Marjuni.
Demikian pula dengan penempatan tenaga pendidik di sekolah-sekolah swasta. Meski diakui, untuk tenaga penilai atau pengawas sekolah masih mengalami kekurangan.
Sedangkan pengawas TK dan PAUD hingga SMP sebutnya, berjumlah 170 orang. Jumlah itu untuk memudahkan Dinas Dikbud Lotim mengevaluasi, supervisi kepada satuan pendidikan. Tujuannya, untuk meningkatkan mutu pembelajaran melalui pemberian BIMTEK
Sementara itu, DR. Rita Eka Izzaty, M.Si., Psikolog, salah seorang Perwakilan Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Yogyakarta (UNJ) pada kesempatan itu mengungkapkan bahwa tujuan pendidikan Anak Usia Dini untuk meningkatkan kompetensi para guru dalam mendeteksi secara dini perkembangan anak dari usia 4 sampai 6 tahun.
Kehadiran tim dari UNJ tersebut kata Rita Eka semata-mata untuk membantu perkembangan pendidikan terutama ditingkat usia dini.
Perlu diketahui tambahnya, memahami perkembangan psikologi anak khususnya kompetensi pendidikan oleh guru dan orang tua tidaklah sama.
Dua kegiatan secara paralel kata Rita, ditangani oleh tim yang berbeda dengan fokus peningkatan kompetensi pada orang tua dan guru. Penanganan ini dilaksanakan dengan tujuan agar pendidik dan orang tua mampu memahami dengan melakukan deteksi dini terhadap gangguan atau hambatan perkembangan anak pada usia dini.
"Metode ini nantinya akan kita praktekkan. Kami akan perkenalkan alat deteksi dini hingga intervensi oleh pendidik dan orang tua sehingga anak-anak memahami apa yang menjadi hambatannya," tandasnya.
Para pendidik di satuan pendidikan PAUD, TK dan sejenisnya akan mempraktikkan metode yang didiskusikan ini. Diharapkan, metode ini digunakan untuk mendeteksi dini perkembangan pendidikan anak.
Wakil Himpunan Anak Usia Dini (Himpaudi) Provinsi NTB, Usman pada kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta dalam mengenalkan metode pengenalan dini pada PAUD di Lombok Timur.
Pola kerjasama ini tambah Usman, mendekatkan diri antara guru dan orang tua dalam memahami perkembangan motorik dan pengetahuan anak di tingkat PAUD.
"Kami berharap kerjasama ini akan trus berjalan dalam upaya memajukan dunia pendidikan mulai PAUD hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi," pinta Usman.
REPORTER: RIZKY

0 Komentar