Tangan Dingin Yusri, PSSI Lotim Bidik Juara Disetiap Kompetisi

Foto : Ketua ASKAB PSSI Lombok Timur, M. Yusri

LOMBOK TIMUR - Ajang Pekan Olahraga Tingkat Provinsi (Porprov) NTB baru lalu menjadi gambaran dunia olahraga sepakbola di Kabupaten Lombok Timur mengalami peningkatan signifikan. 


Tangan dingin Ketua Askab PSSI Lombok Timur, M. Yusri membentuk karakter sepakbola ofensif yang mengantarkan kesebelasan Lotim meraih medali emas event olahraga tiga tahunan itu.


Raihan emas pada Porprov XII Propinsi NTB adalah kali pertama dalam sejarah gelaran cabor sepak bola Lombok Timur di tahun 2026. Kendati tak mudah untuk meraihnya.


Meski minim anggaran, berbagai kejuaraan baik ditingkat daerah hingga nasional, tak menyurutkan langkah PSSI Lotim untuk bersaing.


Piala Suratin Cup U-17 NTB tahun 2025 lalu mengantarkan PSSI Lotim sebagai jawara dan berlanjut di ajang Piala Presiden. Walaupun tidak maksimal, ajang piala Presiden dijadikan sebagai pengalaman berharga untuk lebih kompetitif lagi di masa mendatang.


Keterwakilan PSSI Lombok Timur membawa nama NTB dalam skala nasional, tidak lepas dari pembinaan berjenjang sejak usia dini.


"Pembinaan berjenjang serta latihan yang kontinyu adalah kunci sepak bola di Lombok Timur mengalami kemajuan," ujar Muhammad Yusri Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Lombok Timur, Selasa (28/7).


Berkembangnya sepak bola di Kabupaten Lombok Timur dalam beberapa  tahun belakangan ini tidak lepas dari banyaknya kompetisi. Sehingga untuk menjaring bibit-bibit muda berbakat ditambah keberadaan Sekolah Sepak Bola (SSB), memudahkan asosiasi sepak bola memilih yang terbaik. 


Yusri yang kini menduduki jabatan Ketua DPRD Lombok Timur itu mencontohkan banyaknya kompetisi yang diselenggarakan baik ditingkat daerah maupun berskala nasional. Keikutsertaan atlet sepak bola dalam kompetisi tersebut justru bisa berkembang lebih baik. Kelemahan-kelemahan yang selama ini ditemui dapat diatasi, termasuk strategi teknis dalam kejuaraan. 


"Kalau sepakbola kita dulu hanya untuk mencari point, tapi untuk saat ini, nanti dulu. Asosiasi pasti akan memberi target juara dalam setiap kompetisi. Kita sudah mengukur kekuatan tim untuk bisa meraih maksimal," jelasnya.


Karena punya reputasi yang sudah mulai diakui daerah lain, pemerintah diharapkan 'melek' atas prestasi sepakbola. Minimnya anggaran Pembinaan selama ini, sejatinya dapat ditambah mengingat sepakbola tidak hanya sekedar mencari kejuaraan. Melainkan sepakbola sudah mengarah pada industri olahraga. 


"Sepakbola punya impact yang cukup besar diberbagai sektor. Misalkan, setiap ada turnamen, selalu saja ada pelaku-pelaku usaha. Otomatis, perputaran ekonomi di lokasi tersebut akan meningkat," papar Yusri. 


Tidak cuma itu saja, Yusri meyakini, tontonan sepakbola sebagai bentuk healing atau tempat hiburan bagi masyarakat luas. Disadari, sepak bola sebagai olahraga yang paling digemari dimuka bumi, termasuk di Lombok Timur. 


Maka wajar, olahraga sepakbola memberi multiflier effect pada sendi-sendi kehidupan masyarakat baik di pedesaan maupun di kota. 


Untuk mengembangkan sepakbola yang jauh lebih baik, Yusri berencana menyiapkan fasilitas yang lebih representatif terutama markas Askab PSSI Lotim. Fasilitas lapangan dan lainnya sebanding dengan prestasi yang telah ditorehkan. 


GOR TGH. Solihin sebut Yusri, menjadi kandang PSSI Lotim yang nantinya dipugar menjadi lebih baik lagi. Harapannya, GOR ini setara dengan kondisi di GOR Turide, Mataram. Hal ini dirasakan cukup penting dalam mendukung kualitas sepakbola di Lotim.


"Kami sudah membahas tentang fasilitas ini dan pak Bupati memberikan lampu hijau. Artinya, sudah disetujui," tandasnya. 


Bonus Peraih Medali Emas 


Prestasi sepakbola yang sudah didapatkan atlet dalam ajang Porprov NTB ke XII baru lalu, tentunya memberi angin segar bagi para pemain. Medali emas dari cabor sepakbola jadi jaminan para atlet bakal diguyur bonus. 


Selain Pemda Lombok Timur, Askab PSSI Lotim juga sudah menyiapkan bonus, meski tidak maksimal. Namun, pemberian bonus dari Ketua Askab PSSI Lotim bentuk penghargaan atas prestasi yang telah ditorehkan. 


Terlepas dari bonus yang akan diterima, Yusri yang juga politisi Partai Gerindra Lombok Timur itu mengajarkan setiap atletnya untuk tidak berfikir pragmatis. Tetapi, lebih mengedepankan value pengalaman dalam setiap event yang diikuti. 



REPORTER : SUHAEDI

0 Komentar